16 Plugin WordPress Gratis yang Anda Butuhkan

Salah satu hal yang membuat saya jatuh cinta pada WordPress adalah Plugin.

Tanpa Plugin, WordPress hanyalah sebuah platform untuk Blog saja.

Dengan Plugin, WordPress dapat menjelma menjadi website canggih berkelas dunia.

 

Sekilas Mengenai Plugin

Jangan khawatir apabila Anda masih asing atau lupa dengan istilah Plugin.

Kita akan membahasnya secara singkat.

Plugin adalah sejenis software dengan suatu fungsi yang dipasang pada WordPress.

Jadi apabila Anda ingin menambah fitur di WordPress, Anda tidak perlu repot-repot belajar coding dulu.

Anda cukup mencarinya di WordPress repository, kemudian Install.

Biarlah masalah pemrograman kita serahkan kepada ahlinya.

Blogging tanpa coding adalah jalan hidup ideal untuk kaum milenial.

Setuju?

 

Cara Install Plugin

Meng-install Plugin cukup mudah dan sederhana.

Berikut langkah-langkahnya

  • Log In ke Dashboard WordPress
  • Arahkan kursor ke Plugins, klik Add New
  • Cari Plugin yang diinginkan pada Search plugins dengan mengetikkan nama Plugin atau kata kunci yang relevan
  • Klik Install Now untuk meng-install Plugin
  • Setelah meng-install Plugin, Anda dapat mengaktifkannya dengan meng-klik Activate

Cara install Plugin secara lebih detail sudah pernah dibahas pada Panduan Cara Membuat Blog WordPress.

Silakan kunjungi Post tersebut apabila Anda ingin mengetahui cara install Plugin secara lebih detail, dilengkapi gambar.

 

Tips Memilih Plugin

Meng-install Plugin memang mudah.

Namun memilih Plugin tidaklah begitu mudah.

Ada dua macam jenis Plugin, yaitu gratis dan berbayar.

Plugin berbayar umumnya menawarkan kelebihan dan fitur yang lebih komplit.

Tapi jangan salah, banyak juga Plugin gratis yang memiliki kualitas tinggi dan tidak kalah dari Plugin berbayar.

Masalahnya, ada banyak sekali Plugin (lebih dari 50.000) yang dapat kita temui di WordPress repository.

Tidak jarang juga kita menemukan berbagai pilihan Plugin dengan fungsi yang sama.

Lalu pilih yang mana?

Berikut tips yang dapat Anda gunakan dalam memilih Plugin.

 

1) Melihat jumlah Active Installations

Pertama, Anda dapat melihat jumlah Active Installations-nya.

Simple logic, semakin banyak orang pakai, maka Plugin tersebut biasanya lebih berkualitas.

Karena saat pengguna merasa tidak cocok, maka pengguna akan meng-uninstall Plugin tersebut dari WordPress.

2) Melihat rating

Rasanya tidak perlu dibahas terlalu panjang, semakin tinggi rating, maka semakin baik pula reputasinya.

Pastikan Anda juga mengecek jumlah orang yang menilai agar reputasi lebih valid.

3) Melihat Last Updated

Plugin yang berkualitas biasanya sering di-update oleh developer untuk meningkatkan sistem kerja dan menyesuaikan dengan sistem WordPress terupdate.

Jika Last Updated Plugin berjarak lebih dari 1 tahun, maka sebaiknya Anda mempertimbangkan kembali untuk memilih Plugin tersebut karena mungkin saja sudah ditinggalkan oleh developer-nya.

4) Compatible dengan WordPress

Apabila Plugin sudah teruji compatible dengan versi WordPress yang Anda miliki, maka hal tersebut menjadi poin tambah.

5) Coba sendiri

Pada akhirnya, Anda perlu melakukan tes sendiri atas Plugin yang Anda install.

Pastikan Plugin sesuai secara fungsi kebutuhan dan tidak mengganggu performansi website secara berlebihan.

Yang cukup sering terjadi adalah satu Plugin menimbulkan konflik dengan Plugin lainnya.

tips memilih plugin

 

Tempat mencari Plugin berbayar

Apabila Anda membutuhkan fitur yang tidak tersedia di WordPress repository, maka Anda dapat mencoba mencari Plugin berbayar.

Contoh Marketplace yang menjual Plugin berkualitas adalah Code Canyon dan Mojo Marketplace.

Di Marketplace tersebut tersedia berbagai macam Plugin dengan harga bervariatif, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Apabila Anda mencari Plugin berbayar dengan biaya murah tanpa batas download, Anda dapat mengunjungi Nobuna.

Baca juga : Bahaya Theme dan Plugin Nulled

 

16 Plugin Gratis yang Bermanfaat untuk WordPress Anda

Sebelum kita mengeluarkan uang Anda untuk membeli Plugin, ada baiknya apabila kita mengecek Plugin gratis terlebih dahulu.

Selama fungsi dari Plugin gratis sudah mencukupi, maka tidak salahnya kita menggunakan Plugin gratis.

Oke, kali ini kita akan mengulas 16 plugin berkualitas untuk website Anda yang dapat di-download secara GRATIS.

 

1) Yoast

Apa Plugin SEO terbaik untuk WordPress?

Rasanya hampir semua akan berpendapat Yoast.

Logo_of_Yoast

Tidaklah berlebihan, karena popularitas dari Plugin ini sebanding dengan kualitasnya.

Yoast juga memiliki versi premium dengan menghadirkan berbagai extension.

Tapi versi gratisnya sudah cukup memadai.

 

2) Google Analytics Dashboard for WP (GADWP) by ExactMetrics

Analytical Tool adalah salah satu fitur yang perlu dimiliki oleh website Anda.

Berapa banyak pengunjung website Anda per harinya?

Dari manakah pengunjung Anda berasal?

Berapa lama waktu yang mereka habiskan di website Anda?

Berapa banyak halaman yang mereka kunjungi? Halaman apa saja?

Semua dapat dijawab oleh Google Analytics.

Untuk menggunakan fitur Google Analytics, Anda harus membuat akun Google Analytics terlebih dahulu.

Plugin GADWP akan membantu Anda untuk mensinkronisasikan WordPress Anda dengan akun Google Analytics yang sudah Anda buat.

GADWP

Dengan menggunakan Plugin ini, Anda juga dapat memonitor langsung data Analytics melalui Dashboard WordPress.

 

3) Wordfence Security

Dari sekian banyak Plugin untuk Security, Wordfence Security berada di posisi teratas dengan Active Installations terbanyak dan rating tertinggi.

wordfence

Plugin ini sudah mencakup banyak fitur keamanan secara lengkap, sehingga Anda tidak perlu meng-install Plugin Security lainnya.

You definitely need to download this one.

 

4) LiteSpeed Cache / W3 Total Cache / Swift Performance Lite

Kecepatan website merupakan faktor yang sangat penting.

Seberapa signifikan?

Keterlambatan 1 detik akses website saja dapat mengurangi conversion hingga 7%. 

Sudah pasti Anda ingin website dapat diakses secepat mungkin.

Bagaimana cara meningkatkan kecepatan website?

Salah satunya dengan meng-install Plugin Cache.

Secara sederhana, Cache adalah tempat penyimpanan data sementara yang mempercepat proses akses website.

Cache dapat meningkatkan kecepatan website hingga 300%. 

Meskipun popularitasnya di repository belum nomor 1, saya merekomendasikan LiteSpeed Cache.

litespeed cache

Alasan pertama, developer Plugin ini mengklaim LiteSpeed Cache sebagai Plugin Cache terbaik (disertai data benchmark dengan Plugin Cache lainnya)

Alasan kedua, LiteSpeed Cache cocok digunakan untuk hosting LiteSpeed Web Server, seperti Niagahoster.

Just info, Niagahoster adalah salah satu penyedia hosting terbaik di Indonesia yang banyak direkomendasikan.

Apabila hosting yang Anda gunakan tidak menggunakan LiteSpeed Web Server, maka Anda dapat memilih W3 Total Cache untuk plugin cache Anda.

 

Update Maret 2019

Saya mengganti plugin cache untuk website ini dan memakai Swift Performance Lite.

Saya cukup terkejut dengan hasilnya.

Biasanya load time dearisman.com memakan waktu sekitar 1-3 detik.

Setelah meng-install plugin ini, load time dapat berkurang menjadi kurang dari 1 detik.

Cool!

printscreen homepage dearisman

 

5) WP Live Chat Support

Apabila website Anda menawarkan produk atau jasa, maka Anda akan butuh Live Chat.

Siapa tahu customer ingin bertanya langsung mengenai fitur yang Anda tawarkan.

Semakin cepat dan baik respon Anda, tentu akan membuat prospek semakin tertarik untuk melakukan pembelian.

WP Live Chat Support adalah Plugin yang memberikan fitur Live Chat kepada website Anda.

Plugin ini lebih lengkap dibandingkan Plugin Live Chat gratis lainnya yang sejenis.

Selain itu, ada juga Plugin WP Live Chat Support Pro yang menghadirkan fitur tambahan, seperti : reporting, trigger, dan multiple agents.

 

6) Click to Chat for WhatsApp Chat

Dari namanya saja kita sudah terbayang apa kegunaan dari Plugin ini.

WhatsApp memang sangat popular di Indonesia, banyak pengunjung yang lebih memilih menghubungi Anda lewat WhatsApp.

Click to chat WA

Dengan Plugin ini, pengunjung dapat menghubungi WhatsApp Anda hanya dengan satu klik.

WhatsApp Chat cocok digunakan sebagai alternatif Live Chat.

Saran dari saya sebaiknya pilih salah satu saja, antara Live Chat ATAU WhatsApp Chat agar tidak membingungkan pengunjung.

 

7) Akismet Anti-Spam

Apakah Anda pernah melihat akun Instagram popular yang dibanjiri komen tidak penting bersifat promosi?

Komen tersebut sangat mengganggu pemilik akun dan juga audiens karena tidak ada yang suka SPAM.

SPAM juga rentan terjadi pada website, terutama yang memiliki fitur Blog.

Gunakan fitur Akismet Anti-Spam untuk melindungi website dari komen yang merusak dan mengganggu website Anda.

Your audience will be thankful.

 

8) Elementor

Plugin yang satu ini dapat dibilang harta karun untuk pengguna WordPress yang buta coding.

Orang awam (non-developer) biasanya memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap Theme dalam melakukan editing tampilan.

Tapi Elementor seakan-akan memberikan super power kepada kita semua.

Mengapa?

Karena dengan menggunakan Elementor, kita dapat menghasilkan website dengan desain kompleks dan cantik seperti buatan developer handal.

Elementor memiliki dua versi, Elementor (gratis) dan Elementor Pro (premium).

Yang gratis sebenarnya sudah memiliki fitur sangat keren.

Tapi yang premium LUAR BIASA.

Anda juga dapat meng-impor template jadi dengan menggunakan Elementor Pro.

Anda dapat melihat Hexagon, sebagai contoh website yang dibuat menggunakan Elementor.

 

9) Classic Editor

Jika Anda menggunakan WordPress versi 5.0 ke atas, Anda akan mendapatkan fitur block editor yang dikenal dengan nama Gutenberg.

Gutenberg merupakan inovasi besar yang bertujuan memudahkan user dalam membuat Page dan Post.

tampilan Gutenberg
Tampilan Editor Gutenberg

Sayangnya, banyak sekali pengguna yang sudah nyaman dengan Classic Editor.

Alasan lainnya, untuk saat ini sebagian besar tutorial WordPress yang ada masih menggunakan tampilan Classic Editor.

Apabila Anda salah satu pengguna yang gagal move-on dari tampilan lama, Anda dapat meng-install Plugin Classic Editor agar memperoleh WordPress baru dengan rasa lama.

 

10) WooCommerce

Jika Anda berniat mengupgrade Blog Anda menjadi ecommerce, maka Anda membutuhkan Plugin WooCommerce.

woocommerce

Sebetulnya ada banyak Plugin lain yang menawarkan fitur ecommerce, namun tidak ada yang sekuat WooCommerce.

Tidak heran banyak yang menilai WooCommerce sebagai Plugin ecommerce terbaik untuk WordPress.

WooCommerce juga menyediakan Plugin premium berupa extension yang dapat memperluas fitur ecommerce, seperti : Subscriptions, Bookings, dan Memberships.

 

11) Duplicate Page

Mungkin ada saatnya kita ingin membuat Page atau Post yang mirip dengan yang sudah pernah dibuat.

Untuk mempersingkat waktu, Anda dapat menggunakan Plugin Duplicate Page.

duplicate page

Sesuai namanya, Plugin ini dapat menduplikasi Page atau Post dengan instan.

 

12) WordPress Social Sharing Plugin – Sassy Social Share

Hampir semua orang memiliki akun Social Media.

Tentu kita ingin memanfaatkan hal ini.

Harapannya, pengunjung yang menyukai konten website akan membagikannya di akun Social Media, sehingga akan menarik pengunjung lain.

Sassy Social Share merupakan Plugin yang memudahkan pengunjung untuk men-share konten dari website Anda dengan sekali klik.

Plugin ini dilengkapi banyak channel untuk share, mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn, WhatsApp, Pinterest, hingga Email dan Copy Link standar.

Lengkap sekali.

 

13) Instagram Feed

Plugin ini sangat berguna apabila Anda punya akun yang eksis di Instagram.

Dengan menggunakan Plugin ini, website Anda dapat menampilkan post dari akun Instagram secara terkoneksi.

Anda cukup mengupload foto di Instagram dan secara otomatis foto tersebut akan muncul di website Anda.

 

14) Redirection

Plugin ini bertujuan untuk mengarahkan pengunjung dari suatu halaman ke halaman lain.

Misalnya, karena suatu alasan Anda mengganti link Page yang Anda buat.

Padahal link Page yang lama sudah terlanjur tersebar luas di kalangan audiens Anda.

Anda cukup menggunakan Redirection dan pengunjung secara otomatis akan diarahkan ke Page baru meskipun menggunakan link yang lama.

Selain itu, Redirection juga dapat mengarahkan halaman website Anda ke website lain.

 

15) Smart Slider

Saya masih ingat momen pertama kali saya melihat website yang menggunakan fitur Slider di homepage.

Saya lupa website apa, tapi yang saya ingat betul, website itu jadi terlihat keren dan profesional.

Kini Anda juga dapat memiliki fitur keren tersebut dengan meng-install Smart Slider.

Smart Slider

Smart Slider juga memiliki versi premium yang dapat mengkoneksikan foto produk dari WooCommerce, serta mengimpor template berkualitas.

Contoh Smart Slider dapat Anda lihat di website GymFitnessIndo.

 

16) OneSignal Push Notifications

Jika Anda senang berbelanja di Tokopedia atau Shopee, pasti Anda cukup sering mendapat notifikasi di Smartphone Anda.

Dari notifikasi tersebut biasanya tertulis promo yang tidak jarang membuat kita tertarik untuk meng-klik dan mengecek promo apa yang dimaksud oleh notifikasi tersebut.

Tahukah Anda website Anda juga mampu melakukan hal yang sama?

Fitur ini dikenal dengan nama Push Notification.

Dengan Push Notification, Anda dapat menarik pengunjung dengan mudah.

Cukup kirimkan notifikasi kapanpun Anda mau.

Jika notifikasi Anda berisi pesan menarik, tentu akan banyak pengunjung yang mendatangi website Anda.

Oh iya, ada syarat khusus untuk dapat mengirimkan notifikasi ini ke device pengunjung Anda.

Sebelumnya, Anda perlu mendapat ijin terlebih dahulu.

push notification

Plugin gratis yang dapat Anda install untuk fitur keren ini adalah OneSignal Push Notifications.

 

17) Hello Dolly

Hello Dolly merupakan Plugin yang seringkali sudah ter-install secara otomatis di WordPress.

Plugin ini berguna untuk menampilkan lirik lagu Hello, Dolly karangan Louis Armstrong pada Dashboard WordPress.

Ya itu saja sih fungsinya.

Poin terakhir ini cuma bercanda kok, Plugin ini sendiri biasanya langsung saya non-aktifkan dan hapus dari WordPress.

 

Kesimpulan

Sebelum Anda men-download semua Plugin di atas karena gratis, ada baiknya Anda mempelajari fungsinya terlebih dahulu.

Setelah itu, renungkan apakah Anda membutuhkan Plugin tersebut.

Jika website WordPress Anda dikhususkan hanya untuk Blog saja, maka Anda tidak perlu install WooCommerce.

Ingat, semakin banyak Plugin akan mengakibatkan semakin tingginya resiko untuk performansi website Anda.

Jika Anda merasa membutuhkan salah satu atau lebih Plugin yang sudah dibahas di atas, Anda cukup mencarinya pada kotak Search plugins, kemudian ketik nama Plugin tersebut.

 

Penutup

Meng-install Plugin memang menyenangkan.

Saya sendiri hampir menggunakan semua Plugin tersebut pada beberapa website yang saya miliki.

Dari 16 Plugin yang dibahas (17 jika menghitung Hello Dolly), yang mana sajakah yang Anda gunakan untuk website Anda?

Berikan pendapat Anda pada kolom komentar.

 

Sharing is caring!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *